Tampilkan postingan dengan label SEJARAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEJARAH. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Mei 2012

-Situs Sejarah Ende-Bagian 3 (Tongkat-Lukisan)

Sampai di Situs Sejarah Ende bagian 3.
Di sini, kita akan membahasa peninggalan sejarah Bung Karno yang lain selain rumah pengasingan itu.
Ingat kan di Situs Sejarah Ende part II,ada cerita tentang tongkat berkepala kera milik Bung Karno? Nah kita akan membahsanya sekarang..
Usut punya usut nih,tongkat itu selalu digunakan Bung Karno untuk membalas anggukan hormat orang Belanda padanya. Bung Karno membalas hormat orang Belanda bukan dengan anggukan juga melainkan hanya dengan mengarahkan tongkat berkepala kera itu ke arah mereka.
Apa artinya ya?
Nah,Bung Karno mengisyaratkan satu pendirian bahwa sifat-sifat penjajah hanya bisa dihargai oleh binatang tidak oleh manusia. Wew?! Sungguh gagah dan beraninya Bung Karno. Beliau memang mempunyai rasa nasionalisme tinggi dan sangat anti dengan penjajahan. Ini satu hal yang menjadi pelajaran bagi kkita yang harus tetap menjaga rasa nasionalisme.

Selain tongkat,ada peninggalan Bung Karno yang lagi-lagi sangat menjunjung tinggi nasionalisme.
Selama pengasingan,Bung Karno mencoba mengungkapkan isi hatinya ke dalam sebuah lukisan. Ya, beliau memang pandai melukis. Dalam catatan hidupnya, beliau adalah siswa HBS Surabaya yang cukup menonjol dalam pelajaran melukis(meskipun tak pernah lebih tinggi dibanding siswa Belanda).
 
Di dalam lukisan tersebut terdapat sebuah pura yang di depannya duduk empat orang yang sedang berdoa. Empat orang tersebut adalah pemeluk agama Islam,Kristen,Hindu,juga Budha. Di atas pura tersebut ada sebuah helm yang posisinya miring.
Hm,arti lukisannya apa ya?

-Situs Sejarah Ende-Bagian 2

Guys...kembali kita akan berbicara soal Situs Sejarah yang ada di Ende ya?
Ingat kan di part I, Bung Karno diasingkan di sebuah rumah sederhana milik Haji Abdullah Ambuwaru. Sekarang, kita akan membahasnya lebih dalam rumah itu ya?
Dimulai dari letaknya. Rumah sederhana ini terletak di Jalan Perwira (200 meter dari Hotel Dwi Putra [kyk nama temen saya,hehe :D] Ende).



Di halaman depan rumah, dipasang papan dengan tulisan "BEKAS RUMAH PENGASINGAN BUNG KARNO". Hsstt..rumah ini dianggap sakral oleh masyarakat sekitar. Bahkan, siapapun yang ingin masuk dalam rumah itu harus minta izin pada beliau dengan mengucap "permisi". Katanya sih, ada aja halangannya kalau kita nggak bilang "permisi", misalnya

-Situs Sejarah Ende-Bagian 1

Kota Ende (Flores) menjadi salah satu situs sejarah masa penjajahan Belanda. Ya guys, kota ini menjadi salah satu tujuan pengasingan presiden pertama kita, Bung Karno.



Beliau (saat itu berumur 35 tahun) diasingkan di Ende selama empat tahun 1934-1938 oleh Belanda. Beliau diasingkan karena begitu aktifnya memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Belanda menganggap Bungk Karni adalah ancaman besar keberlangsungan penjajahan mereka.
Sesuai dengan surat keputusan Belanda pada tanggal 28 Desember 1933, Bung Karno harus diasingkan ke Ende bersama Inggit Gunarsih(istrinya), Amsih(mertuanya), juga dua anak angkatnya, Ratna dan Kartika sebagai tahanan politik.
Saat Bung Karno diasingkan, Ende masih kota. Di sana masih banyak hutan,kebun karet, juga tanaman rempah-rempah. Transportasi di sana juga masih minim (belum ada pelabuhan dan bandara). Bahkan, rumah penduduk di sana masih bisa dihitung jari lho!